Inilah Penjelasan Mengapa Drum Besi Dapat Mengapung di Dalam Air

Drum besi dapat mengapung di dalam air karena massa jenis (atau densitas) drum besi lebih kecil dari massa jenis air.

Poin Utama

Drum besi dapat mengapung di dalam air karena massa jenis (atau densitas) drum besi lebih kecil dari massa jenis air. Massa jenis adalah perbandingan antara massa suatu benda dengan volume yang ditempati oleh benda tersebut. Air memiliki massa jenis sekitar 1 g/cm^3, sementara massa jenis baja, yang digunakan untuk membuat drum besi, sekitar 7,8 g/cm^3. Karena massa jenis drum besi lebih kecil dari massa jenis air, gaya tekan yang diberikan oleh air pada drum besi akan lebih kecil daripada gaya berat drum besi itu sendiri, sehingga drum besi tersebut dapat mengapung di atas air.

Drum besi adalah salah satu benda yang digunakan secara luas dalam berbagai industri. Namun, kemampuan drum besi untuk mengapung di dalam air merupakan fenomena yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang. Hal ini menimbulkan pertanyaan, “sebuah drum besi dapat mengapung di dalam air disebabkan oleh apa?”

Artikel ini akan menjawab pertanyaan tersebut dengan menjelaskan mengenai massa jenis, perbandingan massa jenis air dan baja serta bagaimana drum besi dapat mengapung di dalam air.

Apa itu Massa Jenis

Massa jenis adalah perbandingan antara massa suatu benda dengan volume yang ditempati oleh benda tersebut. Massa jenis ditentukan dengan cara mengalikan massa benda dengan perbandingan volume yang ditempati benda tersebut. Massa jenis dapat ditentukan dengan rumus: massa jenis = massa / volume

A. Pengertian massa jenis

Massa jenis merupakan ukuran fisika yang menyatakan berapa berat suatu benda per satuan volume. Semakin besar massa jenis suatu benda, maka benda tersebut akan semakin berat dalam satuan volume yang sama. Massa jenis dinyatakan dalam satuan g/cm^3 (gram per sentimeter kubik)

BACA JUGA  Faktor yang Mempengaruhi Peristiwa Membeku, Mencair, dan Menguap

B. Cara menghitung massa jenis

Untuk menghitung massa jenis, pertama-tama perlu diketahui massa benda yang akan diukur. Massa dapat diukur dengan menggunakan neraca. Kemudian, volume benda yang akan diukur juga harus diketahui. Volume dapat diukur dengan menggunakan alat seperti jangka sorong atau pun dengan cara mengukur luas permukaan dan tinggi benda. Setelah kedua data tersebut diperoleh, massa jenis benda dapat dihitung dengan menggunakan rumus massa jenis = massa / volume

C. Contoh aplikasi massa jenis dalam kehidupan sehari-hari

Contoh aplikasi massa jenis dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat pada saat kita berenang, yang mana tubuh manusia yang memiliki massa jenis lebih kecil dari air akan mengapung di permukaan air. Contoh lain dapat ditemukan pada saat mengukur densitas minyak dan air untuk memisahkan minyak dan air yang tercampur. Pada industri minyak dan gas, teknologi yang digunakan untuk memisahkan minyak dan air adalah dengan mengukur densitas kedua cairan tersebut dan memisahkan mereka berdasarkan perbedaan densitas.

Massa jenis Air dan Baja

A. Massa jenis Air

Massa jenis air pada suhu dan tekanan standar adalah sekitar 1 g/cm^3. Air memiliki massa jenis yang relatif stabil dan tidak banyak berubah dengan perubahan suhu dan tekanan.

B. Massa jenis Baja

Massa jenis baja, yang digunakan dalam pembuatan drum besi, adalah sekitar 7,8 g/cm^3. Baja adalah campuran dari beberapa logam seperti besi, karbon, silikon, mangan, fosfor dan sulfur. Massa jenis baja bervariasi sesuai dengan kandungan logam yang digunakan dalam pembuatannya.

C. Perbandingan massa jenis Air dan Baja

Perbandingan antara massa jenis air dan baja adalah sekitar 1:7.8, yang berarti bahwa massa jenis air sekitar 7,8 kali lebih kecil daripada massa jenis baja. Karena massa jenis baja lebih besar dari pada massa jenis air, jika dibandingkan maka baja akan lebih berat dari air dan tidak akan dapat mengapung. Namun karena drum besi yang digunakan dalam industri dibuat dengan bahan yang ringan dan tidak padat sehingga menyebabkan massa jenis drum besi lebih kecil dari massa jenis air, sehingga dapat mengapung di atas air.

BACA JUGA  Simbol Arus Listrik Induktansi, Oksigen Tegangan Listrik Elektron & Uranium

Bagaimana Drum Besi Dapat Mengapung di Dalam Air

A. Gaya tekan yang diberikan oleh air

Gaya tekan adalah gaya yang diberikan oleh suatu fluida (seperti air) pada suatu benda yang diimmersikan di dalamnya. Gaya tekan yang diberikan oleh air pada drum besi akan sebanding dengan massa jenis air dan luas permukaan drum besi yang diimmersikan.

B. Gaya berat drum besi

Gaya berat adalah gaya yang diberikan oleh gravitasi pada suatu benda. Semua benda di bumi akan dipengaruhi oleh gaya berat. Gaya berat drum besi akan sebanding dengan massa drum besi dan percepatan gravitasi bumi.

C. Perbandingan gaya tekan dan gaya berat

Perbandingan gaya tekan dan gaya berat yang diterima oleh drum besi akan menentukan apakah drum besi akan mengapung atau tenggelam. Jika gaya tekan yang diterima drum besi lebih besar daripada gaya berat drum besi, maka drum besi akan tenggelam. Namun, karena massa jenis drum besi lebih kecil dari massa jenis air, gaya tekan yang diterima drum besi akan lebih kecil daripada gaya berat drum besi, sehingga drum besi akan mengapung di atas air.

Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa drum besi dapat mengapung di dalam air disebabkan oleh perbandingan massa jenis air dan baja. Massa jenis air lebih kecil dari massa jenis baja, sehingga gaya tekan yang diterima drum besi lebih kecil daripada gaya berat drum besi sehingga drum besi dapat mengapung di dalam air.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *